
Konsep green industrial estate dalam Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) akan jadi fokus ke depan.
Dalam hal ini, jajaran Direksi KITB kompak memperhatikan aspek lingkungan dan sosial yang mungkin timbul dari proyek strategis nasional tersebut.
Direksi KITB juga akan bersinergi mewujudkan konsep green industrial estate dengan penghijauan kawasan yang terintegrasi.
Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan mengungkapkan, penghijauan kawasan menjadi salah satu concern untuk merealisasikan green industrial estate yang masuk dalam konsep Smart and Sustainable Industrial Estate.
“Tentu saja kami akan bersinergi dengan stakholder khususnya pemerintah provinsi untuk pengelolaan KITB,” kata Ngurah Wirawan dalam kunjungan direksi KITB ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa 4 Oktober 2022.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta agar proyek KITB ini bisa segera diselesaikan.
Bila terjadi kendala apapun, direksi bisa langsung menyampaikan apapun permasalahannya.
“Silakan sampaikan jika memang ada kendala karena proyek KITB harus dilanjutkan sampai selesai,” kata Ganjar.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo hadir dalam ground breaking Wavin di KITB dan mengapresiasi progress proyek strategis nasional tersebut.
GM Corporate Secretary M. Burhan Murtaki, menambahkan, KITB berperan mengakselerasi perekonomian Jawa Tengah, selain meningkatkan kompetensi SDM dan UMKM.
Munculnya Grand Batang City ini dirancang dengan konsep modern, smart dan green dengan total luas areal 4.300 hektar dibagi menjadi 3 Cluster Industri, Perumahan dan Innovation Center.
Grand Batang City juga dirancang menjadi kawasan industri terpadu dengan pelayanan yang menyeluruh, termasuk penyediaan infrastruktur logistik dengan akses langsung menuju Tol Trans Jawa
Jalur Nasional Pantura, termasuk di dalam rencana pengembangan Dry Port dan Pelabuhan Jetty akan menjadi Feeder untuk Pelabuhan Patimban maupun Pelabuhan Tanjung Mas.
Pemerintah telah menyelesaikan seluruh infrastruktur jalan sepanjang 50 km yang dibangun oleh Kementrian PUPR meliputi seluruh cluster industry KIT Batang seluas 3.100 hektare.
Hingga saat ini, sejak dicanangkan Presiden Joko Widodo pada bulan Juni 2020, telah selesai dikembangkan seluas 450 hektare kawasan industri.
Seluruhnya telah terjual yang sebagian besar dalam dalam bentuk Penanaman Modal Asing dari berbagai negara, antara lain Korea Selatan, Taiwan, Belanda-Meksiko, Inggris, India serta Penanaman Modal dalam negri antara lain industri gas dan industri kesehatan.
Author: Modesta Fiska