
PT Danareksa bersama anggota Holding Danareksa menggelar “Tanam 1.000 Pohon Durian” di Desa Wisata Agropolitan Organik, Sukorejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada 15 September 2022 lalu. Kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara 12 anggota Holding Danareksa ini ditujukan untuk meningkatkan perekonomian warga di Kabupaten Sragen, khususnya ekonomi petani.
Selain itu, kegiatan ini turut membantu Pemerintah dalam mewujudkan Program Peningkatan produksi buah durian di atas lahan seluas total 25 hektar. Adapun pemilihan bantuan bibit durian oleh Holding Danareksa selain karena kesesuaian jenis tanah, pemilihan didasarkan pada potensi kedepannya bagi perekonomian masyarakat setempat sehingga disiapkan menjadi produk yang unggul dan bermanfaat bagi warga di Desa Sukorejo serta menciptakan wisata edukatif baru bertema agropolitan di Desa Sukorejo, Kabupaten Sragen.
“Sinergi antara 12 anggota Holding Danareksa dan Kabupaten Sragen ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melatih keterampilan dan manajemen usaha warga, sehingga ke depannya dapat turut menumbuhkan perekonomian masyarakat dari sektor pertanian, pariwisata, dan edukasi. Hal ini sesuai dengan salah satu pilar tujuan Holding Danareksa, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan teknologi untuk bersaing pada skala global,” kata Corporate Secretary Danareksa Putu Dewika dalam keterangan resmi, Rabu (21/9/2022).
Adapun 12 anggota Holding Danareksa yang turut berkolaborasi dalam kegiatan ini, antara lain PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Nindya Karya, dan PT Balai Pustaka. PT Indra Karya (Persero), PT Danareksa Finance, dan PT Danareksa Investment Management.
Desa Sukorejo sendiri sudah menjadi Desa Wisata BETISREJO (Jambeyan, Jetis, Sukorejo) dengan julukan DeWORejo (Desa Wisata Organik Sukorejo) dengan produk unggulan padi organik. Wisata tersebut juga telah diintegrasikan dengan pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Dengan adanya penanaman sentra durian Desa Wisata Agropolitan Organik Sukorejo diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal secara berkelanjutan dan meningkatkan potensi yang dimiliki Desa Wisata BETISREJO.
Program pengembangan sentra durian dan penanaman tanaman jali pada lahan seluas 25 hektare akan dilaksanakan oleh kelompok tani setempat yang berkolaborasi dengan BUMDes. BUMDes akan berperan sebagai pendamping sekaligus konsultan penyuluhan pertanian dan penyuluhan swadaya. Hasil panen dan penjualan tiket tempat wisata nantinya akan dibagi rata sesuai dengan kesepakatan bersama yang sudah ditetapkan.
Author: Lona Olavia
Editor: Lona Olavia