21 Oktober 2026

Pengamat ekonomi Unversitas Jember Adhitya Wardhono, PhD (ANTARA/Dok pribadi)

Jember (Industrial News) – Pengamat ekonomi Unversitas Jember (Unej) Adhitya Wardhono, PhD mengatakan bahwa meskipun dengan berat, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh cukup baik di tengah tekanan global dan domestik selama dua tahun tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Secara keseluruhan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran perlu dengan cermat memahami dan menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dirampungkan,” kata Adhitya di Jember, Jawa Timur, seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, yang perlu menjadi fokus perhatian adalah pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh perbaikan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah dan perbaikan manajemen pemerintahan dengan tata kelola yang benar dan kemampuan mengukur dosis efektivitas kebijakan yang dirilis adalah keniscayaan ke depan.

“Karena persoalannya bukan semata hanya harga pangan yang meningkat atau suku bunga yang masih relatif tinggi, tetapi juga karena pertumbuhan pendapatan masyarakat yang belum mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup,” tuturnya.

Dengan kata lain, pada pendapatan nominal tidak naik secepat biaya hidup dan kebutuhan tetap, maka disposible income menyusut. Konsekuensinya adalah masyarakat, khususnya rumah tangga merubah gaya hidupnya, mengurangi atau menunda pembelian-pembelian barang dan bahkan menurunkan barang dan jasa yang akan dibeli.

Di satu sisi, lanjut dia, pemerintah sudah berupaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan. Namun, di sisi lain, kelas menengah justru menghadapi tekanan yang cukup besar karena sebagian besar tidak tercakup dalam bantuan sosial yang jangka pendek, sementara beban pengeluaran dan cicilan terus meningkat.

“Menurut saya, kebijakan pemerintah tidak bisa hanya berfokus pada pengendalian inflasi atau pemberian stimulus konsumsi yang sifatnya sementara, namun yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja formal dengan pendapatan yang lebih baik,” katanya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej itu berharap pemerintah juga perlu terus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok serta mengevaluasi beban perpajakan yang ditanggung kelas menengah.

“Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras agar stabilitas ekonomi tetap terjaga tanpa terlalu membebani aktivitas konsumsi dan dunia usaha,” ujarnya. [*]