8 Oktober 2026

COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjawab pertanyaan saat diskusi sesi pertama Menuju Pertumbuhan Ekonomi 6 persen pada Forum 2 tahun Pemerintahan Prabowo Gibran di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Diskusi tersebut membahas tentang Optimalisasi fiskal dan inovasi Danantara menuju pertumbuhan ekonomi 6 persen yang menyoroti tentang pengelolaan anggaran negara yang harus terus disiplin serta terobosan kelembagaan melalui Danantara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz

Jakarta (Industrial News) – Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria menilai penggabungan (merger) antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kemungkinan tidak dapat dilakukan karena perbedaan karakter bisnis.

“Kita harus mencermati juga bisnis model masing-masing (perusahaan). Tidak bisa karena mereka (bergerak di) laut, terus, ya, tidak bisa kita satukan juga, karena masing-masing sudah ada best practice industry-nya, kan,” kata Dony di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kedua perusahaan di sektor maritim dan perairan itu memiliki fokus industri yang cukup berbeda.

Dony secara khusus mengatakan bagaimana Pelindo fokus dalam industri pelabuhan, sementara Pelni berada dalam industri pelayaran.

“Pelindo itu port industry. Yang satu lagi (Pelni), industrinya adalah pelayaran. Jadi tidak bisa (merger), tidak ketemu dia. Ya, walaupun sama-sama di laut, bukan berarti mereka akan di-merger,” ujar dia.

“Ya pasti tidak di-merger (antara Pelni dan Pelindo), karena memang itu dua bisnis yang berbeda. Saya tidak pernah sampaikan Pelni dan Pelindo akan di-merger. Itu dua hal yang berbeda. Satu adalah port, satu lagi adalah transportasinya,” tegas Dony.

Saat disinggung mengenai peluang merger antara Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), ia mengatakan hal tersebut perlu dilihat melalui berbagai pertimbangan yang ada.

“Nah itu mungkin bisa, tetapi kita melihat juga apa uniqueness-nya dan lain sebagainya. Semuanya kan dipertimbangkan dengan baik-baiknya, (perusahaan dengan industri) yang sama dulu yang kita lakukan merger,” kata Dony.

“Misalkan seperti (perusahaan) asuransi, jelas sama yang kita merger. (Perusahaan) Asset management kita merger, kemudian (perusahaan) kawasan industri kita merger. Ini kan memang sudah sama (jenis bisnisnya). Jadi kita lakukan efisiensi, jadi lebih efisien,” ujarnya menambahkan. [*]