2 September 2026

Seorang pria berjalan di depan mural dinding saat kehidupan sehari-hari berlanjut di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat di Teheran, Iran, (6/8/2026). (ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahram)

Teheran (Industrial News) – Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran dan Staf Umum Angkatan Bersenjata telah memperingatkan negara-negara Timur Tengah agar tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah darat dan udaranya untuk menyerang Iran.

“Meskipun telah ada peringatan sebelumnya dan pernyataan resmi dari beberapa negara di kawasan tersebut, bahwa mereka tidak akan pernah mengizinkan tentara Amerika menggunakan wilayah darat dan udaranya, tentara AS tetap menggunakan wilayah tersebut untuk menyerang negara kami dan sejumlah fasilitas militer Iran,” menurut pernyataan yang dipublikasi penyiar Iran, IRIB, seperti dilansir dari Antara.

Terkait hal itu, angkatan bersenjata Iran menegaskan mereka tidak akan mentolerir agresi apa pun dan akan membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Pada Minggu (30/8), media Iran melaporkan serangan AS terhadap Pulau Larak di Iran. Jurnalis Axios, Barak Ravid, yang mengutip seorang pejabat AS, mengatakan AS diduga telah menyerang peluncur rudal Iran di pulau tersebut.

Sementara itu, Press TV melaporkan Iran telah membalas dengan menembakkan rudal ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz serta pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. [*]