Arsip foto - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat meninjau dan memberikan arahan kepada pegawai Balai K3 Bandung di Bandung, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI)
Pontianak (Industrial News) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan sedikitnya 100 ribu penyandang disabilitas mampu mandiri dan masuk dunia kerja melalui penguatan kompetensi serta pelatihan yang disiapkan pemerintah.
“Target saya minimal 100 ribu orang disabilitas bisa tersenyum ketika mereka hadir di tempat kerja,” kata Yassierli dalam sambutan secara daring pada kegiatan Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti di Pontianak, seperti dilansir dari Antara.
Ia mengatakan pemerintah tengah membangun pusat pelatihan kompetensi bagi penyandang disabilitas di Bekasi serta mengembangkan modul pelatihan khusus agar mereka memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Menurut dia, penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan bekerja bukan karena belas kasihan, melainkan karena memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri.
“Kita ingin mereka hadir di industri bekerja bukan karena belas kasihan, tapi karena mereka memiliki kompetensi,” ujar dia.
Yassierli juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, perbankan, dan berbagai pihak dalam memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan kemandirian masyarakat.
Ia mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi dan kemandirian yang digagas BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu penerima manfaat dan ahli waris memanfaatkan santunan sebagai modal usaha.
Menurut dia, program tersebut dapat diperkuat dengan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan yang memiliki program Tenaga Kerja Mandiri, termasuk pendampingan dan pembinaan bagi masyarakat yang memulai usaha.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tetapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat,” katanya.
Yassierli menyebut Kementerian Ketenagakerjaan telah memiliki ribuan profil tenaga kerja mandiri yang berhasil mengembangkan usaha, sehingga model pembinaan tersebut dapat menjadi rujukan untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi.
Selain kewirausahaan, pemerintah juga memperluas program pemagangan nasional dengan target 150 ribu peserta pada 2026, terutama bagi lulusan perguruan tinggi yang membutuhkan pengalaman dan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sumber daya manusia dan mewujudkan kemandirian masyarakat menuju cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Semangat kita adalah mengedepankan kepentingan bangsa. Kebahagiaan kita adalah ketika bisa mengantarkan orang ke tempat yang lebih baik,” kata Yassierli. [*]