Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan (kiri) dalam pertemuan bersama Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard beserta jajaran di Jakarta, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek/pri.
Jakarta (Industrial News) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berkolaborasi dalam menyiapkan talenta kerja muda Indonesia untuk bersaing di pasar global.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyebut kedua pihak kini tengah memperkuat konsep pengembangan talenta melalui perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi yang telah memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) atau lembaga sejenis, serta perguruan tinggi vokasi.
“Kami ingin memastikan bahwa skema intervensi jangka pendek maupun jangka menengah ini berdampak menyeluruh. Karena itu, pendekatannya tidak hanya diarahkan pada perguruan tinggi vokasi, tetapi dapat melibatkan perguruan tinggi yang memiliki kapasitas dan kelembagaan untuk menyiapkan talenta sesuai kebutuhan pasar kerja global,” katanya, seperti dilansir dari Antara.
Wamendiktisaintek menjelaskan dalam hal ini pihaknya berperan melalui pemetaan program studi dan lulusan, penguatan kompetensi dan sertifikasi, penyediaan data tracer study, serta pengembangan kemitraan internasional perguruan tinggi.
Keberadaan LPK dan lembaga sejenis di lingkungan perguruan tinggi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem penguatan kompetensi dan penyiapan talenta sesuai kebutuhan pasar kerja global.
Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan agenda pengembangan talenta melalui pendidikan tinggi.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja nasional maupun global.
“Pendidikan vokasi serta unit-unit pelatihan yang telah berjalan di sejumlah perguruan tinggi juga perlu disinergikan dalam ekosistem pengembangan talenta,” ucap Febryan.
Diketahui, Bappenas dan Kemdiktisaintek menyepakati dukungan program setidaknya melalui tiga Rincian Output (RO) kunci di Kemdiktisaintek untuk memperkuat ekosistem talenta global, serta menjajaki alternatif sumber pendanaan lainnya, termasuk harapannya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Berbagai skema intervensi jangka pendek dan jangka menengah dalam penguatan perguruan tinggi juga mencakup rancangan pilot project serta pengembangan talenta pada sejumlah perguruan tinggi di bawah binaan Kemdiktisaintek yang telah memiliki atau berpotensi mengembangkan LPK dan lembaga sejenis.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penyusunan konsep pendidikan vokasi terpadu untuk menghasilkan Pekerja Migran Indonesia yang terampil, memiliki keahlian teknis, dan profesional.
Dalam implementasinya, pengembangan konsep tersebut diarahkan untuk dapat melibatkan perguruan tinggi secara lebih luas, khususnya perguruan tinggi yang memiliki kapasitas, program, dan kelembagaan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan talenta untuk pasar kerja global. [*]