Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan pengarahan di Balai Besar Peningkatan Produksi (BBPP) Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Kemnaker RI
Jakarta (Industrial News) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi menjadi rintisan usaha (startup) yang dapat menciptakan peluang kerja baru.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Talent & Innovation Development Program (TIDP).
“Kita tidak cukup hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap mencari pekerjaan, tetapi harus membangun talenta yang siap menghadapi perubahan. Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru,” kata Yassierli, seperti dilansir dari Antara.
Ia mengatakan program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan adaptif, inovatif, dan kewirausahaan agar mampu merespons perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Menaker Yassierli mengatakan perubahan teknologi dan model bisnis global menuntut perubahan paradigma dalam penyiapan tenaga kerja nasional.
Generasi muda, lanjut dia, tidak cukup hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan melihat persoalan sebagai peluang dan menciptakan sesuatu yang baru.
Untuk memastikan pengembangan talenta tersebut berlanjut pada penerapan gagasan, Kemnaker juga mengembangkan Talent & Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem yang mempertemukan pengembangan talenta, inovasi, kewirausahaan, dunia usaha, dan kebijakan ketenagakerjaan.
Lebih jauh, TIH juga diarahkan agar proses pengembangan talenta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga lahirnya gagasan dan solusi yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui ekosistem tersebut, Menaker Yassierli berharap para talenta muda ini dapat mengembangkan gagasan menjadi rintisan usaha (startup) berbasis inovasi.
Ia mengajak generasi muda untuk berani mengembangkan usaha yang tidak hanya memberi manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang kerja baru.
Sementara itu, program TIDP berlangsung selama enam bulan dan diikuti 58 talenta muda dari Bekasi dan Bandung Barat.
TIDP dilaksanakan melalui kolaborasi Ditjen Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat, serta mitra industri dan mentor profesional.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada pengembangan gagasan, inovasi, dan kewirausahaan.
“Saya berharap adik-adik yang mengikuti program ini dapat menghasilkan rintisan usaha berbasis inovasi. Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai,” ujar Yassierli. [*]