Ilustrasi - Seorang petani sedang memanen padi. ANTARA/HO-Bulog Jatim
Surabaya (Industrial News) – Realisasi serapan gabah petani oleh Perum Bulog Jatim hingga tanggal 3 Juni mencapai 787.800 ton atau 89,13 persen dari target yang ditetapkan sebesar 883.912 ton setara beras.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu dalam keterangannya di Surabaya, Rabu mengatakan capaian serapan gabah-beras petani oleh Perum Bulog tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kanwil Jawa Timur sebesar 26 persen dalam mendukung keberhasilan pengadaan gabah dan beras nasional serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
“Realisasi serapan sebesar787.800 ton setara beras di wilayah kerja Jawa Timur menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara.
Ia mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.
Ia mengatakan, keberhasilan serapan ini juga berdampak langsung terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Ia menjelaskan, capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin kokoh menuju kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan global, kata dia, Bulog hadir sebagai instrumen negara yang memastikan hasil kerja keras petani terserap secara optimal, kesejahteraan petani meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya. [*]