22 Juli 2026

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat berkunjungan ke MAN 3 Mantingan Ngawi. Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia mendorong agar MAN 3 Mantingan memiliki gedung yang lebih representatif.

Ngawi (Industrial News) — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong pembangunan gedung yang lebih representatif bagi MAN 3 Mantingan Ngawi. Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan Senator perempuan yang akrab disapa Lia ke MAN 3 Ngawi pada Kamis (08/01/26).

Dalam kunjungannya, Lia Istifhama menilai MAN 3 Mantingan memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Madrasah ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari batas provinsi, sehingga menjadi salah satu pintu gerbang pendidikan Islam negeri di bagian barat Jawa Timur. Menurutnya, keberadaan madrasah di wilayah perbatasan semestinya menjadi etalase kehadiran negara, baik dari sisi kualitas pendidikan maupun kelayakan fasilitas.

“MAN 3 Mantingan ini bukan sekadar sekolah, tetapi wajah pendidikan Islam negeri di wilayah perbatasan. Animo masyarakatnya tinggi, prestasinya juga berkembang. Sudah seharusnya didukung dengan gedung yang lebih layak dan membanggakan,” ujar Lia Istifhama.

Dorongan tersebut disambut positif oleh Kepala MAN 3 Ngawi, Masrukhin. Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah lama memimpikan perbaikan dan pengembangan gedung madrasah. Bahkan, proposal pembangunan telah diajukan ke Kementerian Agama Republik Indonesia, namun hingga kini belum terealisasi.

Masrukhin menjelaskan, meningkatnya kebutuhan sarana prasarana sejalan dengan melonjaknya animo masyarakat terhadap MAN 3 Mantingan. Setiap tahun, jumlah pendaftar tercatat meningkat hingga tiga kali lipat. Lonjakan tersebut tidak terlepas dari program-program unggulan yang dikembangkan sekolah.

Salah satu program unggulan MAN 3 Mantingan adalah pembinaan olahraga bola voli. Fokus pada cabang olahraga ini telah melahirkan sejumlah prestasi siswa di tingkat daerah maupun regional. Selain itu, MAN 3 Mantingan juga mengembangkan pendekatan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Pendekatan vokasi ini membuat MAN 3 Mantingan tidak hanya bersaing dengan madrasah lain, tetapi juga mampu mengimbangi bahkan mengalahkan sekolah menengah kejuruan di wilayah sekitar,” jelas Masrukhin.

Senator Lia Istifhama menegaskan bahwa peningkatan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan, merupakan bagian dari keadilan pembangunan nasional. Ia menyatakan siap mendukung dan mengawal aspirasi MAN 3 Mantingan agar mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Ketika minat masyarakat tinggi dan prestasi siswa terus meningkat, negara tidak boleh absen. Saya akan berupaya mengawal aspirasi ini agar MAN 3 Mantingan memiliki gedung yang layak, representatif, dan sesuai dengan perannya sebagai gerbang pendidikan di barat Jawa Timur,” pungkas Lia.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat MAN 3 Mantingan sebagai madrasah unggulan di wilayah perbatasan sekaligus pusat pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan masyarakat. [*]