22 Juni 2026

Anggota DPD RI, Lia Istifhama saat mengunjungi RSUD Karsa Husada Batu.

Batu (Industrial News) – Kota Batu sebagai salah satu magnet utama pariwisata di Jawa Timur, dengan jumlah kunjungan yang menembus jutaan orang setiap tahunnya, membawa konsekuensi logis terhadap kebutuhan layanan kesehatan yang andal, modern, dan responsif. Di tengah dinamika tersebut, keberadaan rumah sakit tidak lagi sekadar menjadi fasilitas pelayanan publik, melainkan bagian penting dari ekosistem kota wisata yang berkelanjutan.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan bahwa rumah sakit di kawasan destinasi wisata harus memiliki fondasi kuat, baik dari sisi indikator medis maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan penguatan layanan kesehatan.

Dalam kunjungan kerjanya, perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menekankan pentingnya keselarasan antara perkembangan kota dan kapasitas institusi medis yang ada.

“Dengan angka kunjungan wisata yang menembus lebih dari dua juta orang setiap tahun, rumah sakit di Kota Batu wajib meningkatkan standar pelayanannya agar mampu menjadi penopang utama dalam ekosistem wisata medis yang kompetitif,” tutur Senator muda tersebut, Kamis (1/1/2026).

Menjawab tantangan tersebut, Ning Lia menilai RSUD Karsa Husada Batu telah menghadirkan terobosan yang relevan dan humanis melalui layanan homecare berbasis digital. Inovasi ini dinilainya sebagai langkah adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern sekaligus wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan lanjutan secara praktis.

“Program homecare digital ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pasien pasca rawat inap yang masih memerlukan pendampingan medis. Melalui integrasi teknologi, rumah sakit berupaya meruntuhkan batas jarak antara tenaga kesehatan dan masyarakat,” ujarnya.

Layanan tersebut memungkinkan pasien memperoleh perawatan profesional tanpa harus kembali datang ke rumah sakit, yang kerap menjadi beban tersendiri dalam masa pemulihan. Dengan dukungan teknologi, kondisi kesehatan pasien dapat dipantau secara berkala oleh tenaga medis, sehingga standar keselamatan tetap terjaga meskipun pasien berada di rumah.

“Pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigma layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada fasilitas, tetapi juga pada kenyamanan dan keberlanjutan proses penyembuhan pasien,” jelas Ning Lia.

Ia menambahkan, salah satu pilar penting dalam transformasi layanan tersebut adalah kehadiran aplikasi Si Dul Kemit. Inovasi digital ini dinilai sebagai wujud komitmen RSUD Karsa Husada Batu dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan medis.

Sebagai bentuk empati terhadap proses pemulihan pasien, RSUD Karsa Husada Batu juga memberikan fasilitas satu kali layanan homecare secara gratis bagi pasien pasca rawat inap yang membutuhkan pendampingan lanjutan. Kebijakan ini dinilai mencerminkan orientasi pelayanan yang berkeadilan dan berpihak pada kebutuhan pasien.

Ning Lia mengapresiasi langkah progresif tersebut, mengingat kemudahan akses terhadap layanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga. Dengan sistem yang terintegrasi secara digital, proses administrasi hingga pemantauan medis menjadi lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Ia berharap, inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan didukung oleh fasilitas kesehatan yang modern serta responsif terhadap kebutuhan zaman. [*]