9 Mei 2026

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama

Surabaya (Industrial News) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Award 2025, Jawa Timur berhasil meraih dua penghargaan sekaligus sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan konsistensi dalam mendorong transformasi digital di sektor fiskal.

Menanggapi penghargaan membanggakan ini, senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Lia menilai prestasi ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki ekosistem pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Jawa Timur. Digitalisasi fiskal tidak hanya memperkuat tata kelola keuangan, tetapi juga menghadirkan layanan publik yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat,” ujar Lia.

Ia menambahkan bahwa era digital menuntut kecepatan, efektivitas, dan transparansi. Karena itu, penghargaan TP2DD 2025 selaras dengan harapan publik agar pemerintah terus berinovasi sekaligus memperkuat integritas birokrasi. Lia juga mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan lembaga keuangan untuk memastikan keberlanjutan inovasi digital.

Capaian di TP2DD 2025 ini menjadi energi baru bagi Jawa Timur untuk semakin memperluas ekosistem digital, memperkuat sistem pembayaran elektronik, serta memastikan bahwa setiap program transformasi digital dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan prestasi ini, Jawa Timur kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja digitalisasi terbaik di Indonesia menjadi contoh bagaimana inovasi dapat menjadi motor penggerak layanan publik yang inklusif, modern, dan berintegritas.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa berbagai program digitalisasi yang dijalankan pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota berada pada jalur yang tepat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa digitalisasi fiskal di Jawa Timur makin efektif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Sistem pembayaran digital, layanan publik berbasis elektronik, hingga optimalisasi PAD kini dapat dirasakan langsung manfaatnya,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen—mulai dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, sektor perbankan, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan. Transformasi digital, lanjutnya, bukan semata-mata soal teknologi, tetapi juga membangun tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel. [*]